Minggu, 17 Mei 2015

PKMU III Untuk Rakyat

            Sabtu 9 Mei 2015 PKMU III rangkaian selanjutnya dari PKMU II. Seperti biasa panitia menginstruksikan para peserta PKMU angkatan 2015 hadir pada jam 09.00 ditempat di Kampung Sawah, Kalimalang. Pada hari sabtu ini para peserta diwajibkan membawa makanan atau pakaian yang bisa dijual sepemikiran saya barang barang ini hanya untuk dibagikan kemasyarakat sana tapi tidak. Setelah dibuka dengan upacara pembukaan yang hari itu dihadiri hanya 10% dari keseluruhan peseta PKMU, kemudian kami dibagi dalam beberapa kelompok untuk kemudian menyusuri satu RT tersebut dan menganalisis apa yang paling dibutuhkan oleh satu RT tersebut. Setelah hampir satu jam kami berkeliling mengamati lingkungan di kampong ini, lalu kami kembali berkumpul untuk memusyawarahkan hasil pengamatan dan analisis kami semua. Kami semua sepakat untuk berfokus membangun MCK umum yang rusak, karena banyak warga yang tidak memilki sanitasi sendiri. MCK di perkampungan ini rata-rata dalam kondisi memprihatinkan dan sangat tidak layak pakai. Yang kedua kami akan membangun aula warga yang rusak. Sehingga warga dapat memakai fasilitas umum ini untuk kepentingan banyak hal. Yang ketiga penerangan dibelakang kampong yang kondisinya sanggat gelap pada malam hari . Yang keempat kami akan melakukan penghijauan dengan menanam pohon angsana di bantaran sungai. Dan yang kelima membuat asbes tambahan untuk masjid agar saat hujan tidak langsung mengenai tembok masjid.
                Setelah merembukan hasil pengamatan dan analisis dana yang dibutuhkan , semua rencana yang kita kerucutkan mencapai dana 15.000.000 dana 15.000.000 ini harus didapatkan oleh peserta PKMU dengan waktu cukup singkat yaitu 3,5 jam. Tanpa lama panitia menugaskan kepada para peserta PKMU untuk mendapatkan setiap kelompoknya 1,5 juta. Sebelum melakukan dana usaha dengan menjual barang bawaan dan makanan yang kami bawa, kelompok kami melakukan strategi yaitu dengan menjarkom ke teman-teman terdekat dan kerabat bahwa kami sedang melakukan bakti sosial dan membutuhkan bantuan dana dengan mencantumkan nomor rekening dari salah satu anggota kelompok kami. Kami pun bergegas berjualan barang dagangan yang kami bawa sekitar 1,5 jam kita berjualan kami mendapat kabar bahwa jarkoman kami membuahkan hasil ada salah satu perusahaan yang mentransfer kami. Waktu pun menunjukan pukuk 17.00 kami pun bergegas kembali ke mushollah bersyukur dana yang kelompok kami dapatkan melebihi targer dari panitia jumlah keseluruhan hasil yang didapatkan adalah 12.350.000. Sebuah hal yang dimana kita niat karena allah insha allah pun akan bantu itulah pelajaran yang saya dapatkan hari itu.
                Hari kedua pengabdian 10 Mei 2015.  Kami memulai pengabdian, pekerjaan dibagi menjadi dua fokus. Para peserta laki-laki fokus untuk pembangunan pada hari pertama ini adalah pembangunan aula aula yang diharapkan selesai pada hari minggu ini ternyata baru bisa selesai pada hari selasa. Setelah itu kami membangun MCK ada dua fokus MCK yang kami benahi yang satu MCK untuk mandi dan yang satu MCK untuk buang air besar Alhamdulillah MCK selesai pada hari kamis. Selanjutnya fokus kami adalah penanaman tanaman yang harusnya tanaman angsana karena yang mengkonsepkan tidak ada jadi kami beralih untuk mengambil tanaman yang ada disekitar dan kita tanam kembali.  Pada hari jumat fokus kami membenahi asbes masjid agar saat hujan tidak langsung terkena air bagian pelataran masjid. Dan selanjutnya pada hari sabtu hanya beberapa orang yang melakukan penerangan yang di belakang jalan gelap tersebut tetapi alhamdulilahnya sabtu itu kami berhasi menyelesaikannya. Setiap harinya selama pengabdian di penghujung hari dilakukan evaluasi untuk pencapaian target-target yang harus dibenahi. Komitmen, keikhlasan serta rasa tanggung jawab peserta yang menjadikan pengabdian ini terus berjalan hingga akhir. Meskipun para peserta banyak yang mulai berguguran selama seminggu pengabdian. Karena tidak dipungkiri tugas-tugas kuliah, jadwal kuliah yang padat, serta tanggung-jawab lainnya diluar pengabdian menjadi tantangan kami para peserta untuk tetap datang setiap harinya melakukan pengabdian. Hal-hal tersebut tidak terlalu menjadi penghambat dan menyurutkan semangat juang kami di tengah kesibukan menjadi mahasiswa untuk tetap berkontribusi. 


                Hari terkahir PKMU III, kami mengadakan syukuran berkat selesainya pembangunan yang sesuai dengan target. Kami melakukan pementasan, anak-anak menunjukan kebolehannya masing-masing. Ada yang menari tari-tarian daerah, menyanyi, membaca puisi, dan bermain alat musik. Kami pun membagi-bagikan bingkisan buku dan makanan ringan untuk anak-anak. Dan malam harinya kami makan bersama dengan para warga. Kehangatan rasa kekeluargaan dari seluruh fakultas tak mengenal perbedaan angkatan dan status jabatan organisasi berbaur menjadi satu dalam kesederhanaan apa adanya warga kampong sawah. Canda, tawa dan rasa haru karena akhirnya bisa menyelesaikan project PKMU III ini dengan sukses. Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari PMKU III ini bahwa masyarakat Indonesia masih belum merdeka mereka dan seharusnya kita sebagai MAHASISWA bukan malah diam melihat ketidak jelasan para pemipin kita. Teringat sebuah kata kata “masa ini adalah masa kita siapa yang diam dia akan dilupakan oleh sejarah, hanya orang yang kritis dan beranilah menetang kedzaliman yang membuat perubahan”. Kegiatan bakti sosial seperti ini harus lebih sering digiatkan di kalangan mahasiswa. Karena kepekaan terhadap sesama kita lah yang turut membantu pembangunan tanah air. Semoga kedepannya dengan berakhirnya rangkaian PKMU ini menjadi inspirasi untuk kita melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya berorientasi akademik, nilai dan materi namun tetap meyentuh masyarakat kecil yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar