Sabtu
9 Mei 2015 PKMU III rangkaian selanjutnya dari PKMU II. Seperti biasa panitia
menginstruksikan para peserta PKMU angkatan 2015 hadir pada jam 09.00 ditempat di Kampung
Sawah, Kalimalang. Pada hari sabtu ini para peserta diwajibkan membawa
makanan atau pakaian yang bisa dijual sepemikiran saya barang barang ini hanya
untuk dibagikan kemasyarakat sana tapi tidak. Setelah dibuka dengan upacara pembukaan
yang hari itu dihadiri hanya 10% dari keseluruhan peseta PKMU, kemudian kami
dibagi dalam beberapa kelompok untuk kemudian menyusuri satu RT tersebut dan menganalisis
apa yang paling dibutuhkan oleh satu RT tersebut. Setelah hampir satu jam
kami berkeliling mengamati lingkungan di kampong ini, lalu kami kembali
berkumpul untuk memusyawarahkan hasil pengamatan dan analisis kami semua. Kami
semua sepakat untuk berfokus membangun MCK umum yang rusak, karena banyak warga
yang tidak memilki sanitasi sendiri. MCK di perkampungan ini rata-rata dalam
kondisi memprihatinkan dan sangat tidak layak pakai. Yang kedua kami akan
membangun aula warga yang rusak. Sehingga warga dapat memakai fasilitas umum
ini untuk kepentingan banyak hal. Yang ketiga penerangan dibelakang kampong
yang kondisinya sanggat gelap pada malam hari . Yang keempat kami akan melakukan penghijauan dengan menanam
pohon angsana di bantaran sungai. Dan yang kelima membuat asbes tambahan
untuk masjid agar saat hujan tidak langsung mengenai tembok masjid.
Setelah
merembukan hasil pengamatan dan analisis dana yang dibutuhkan , semua rencana
yang kita kerucutkan mencapai dana 15.000.000 dana 15.000.000 ini harus didapatkan
oleh peserta PKMU dengan waktu cukup singkat yaitu 3,5 jam. Tanpa lama panitia
menugaskan kepada para peserta PKMU untuk mendapatkan setiap kelompoknya 1,5
juta. Sebelum melakukan dana usaha dengan menjual barang bawaan dan makanan
yang kami bawa, kelompok kami melakukan strategi yaitu dengan menjarkom ke
teman-teman terdekat dan kerabat bahwa kami sedang melakukan bakti sosial dan
membutuhkan bantuan dana dengan mencantumkan nomor rekening dari salah satu
anggota kelompok kami. Kami pun bergegas berjualan barang dagangan yang
kami bawa sekitar 1,5 jam kita berjualan kami mendapat kabar bahwa jarkoman
kami membuahkan hasil ada salah satu perusahaan yang mentransfer kami. Waktu pun
menunjukan pukuk 17.00 kami pun bergegas kembali ke mushollah bersyukur dana
yang kelompok kami dapatkan melebihi targer dari panitia jumlah keseluruhan
hasil yang didapatkan adalah 12.350.000. Sebuah hal yang dimana kita niat
karena allah insha allah pun akan bantu itulah pelajaran yang saya dapatkan
hari itu.
Hari
kedua pengabdian 10 Mei 2015. Kami memulai pengabdian, pekerjaan dibagi
menjadi dua fokus. Para peserta laki-laki fokus untuk pembangunan pada hari
pertama ini adalah pembangunan aula aula yang diharapkan selesai pada hari
minggu ini ternyata baru bisa selesai pada hari selasa. Setelah itu kami
membangun MCK ada dua fokus MCK yang kami benahi yang satu MCK untuk mandi dan
yang satu MCK untuk buang air besar Alhamdulillah MCK selesai pada hari kamis. Selanjutnya
fokus kami adalah penanaman tanaman yang harusnya tanaman angsana karena yang
mengkonsepkan tidak ada jadi kami beralih untuk mengambil tanaman yang ada
disekitar dan kita tanam kembali. Pada
hari jumat fokus kami membenahi asbes masjid agar saat hujan tidak langsung
terkena air bagian pelataran masjid. Dan selanjutnya pada hari sabtu hanya
beberapa orang yang melakukan penerangan yang di belakang jalan gelap tersebut
tetapi alhamdulilahnya sabtu itu kami berhasi menyelesaikannya. Setiap
harinya selama pengabdian di penghujung hari dilakukan evaluasi untuk
pencapaian target-target yang harus dibenahi. Komitmen, keikhlasan serta rasa
tanggung jawab peserta yang menjadikan pengabdian ini terus berjalan hingga
akhir. Meskipun para peserta banyak yang mulai berguguran selama seminggu
pengabdian. Karena tidak dipungkiri tugas-tugas kuliah, jadwal kuliah yang
padat, serta tanggung-jawab lainnya diluar pengabdian menjadi tantangan kami
para peserta untuk tetap datang setiap harinya melakukan pengabdian. Hal-hal
tersebut tidak terlalu menjadi penghambat dan menyurutkan semangat juang kami
di tengah kesibukan menjadi mahasiswa untuk tetap berkontribusi.
Hari
terkahir PKMU III, kami
mengadakan syukuran berkat selesainya pembangunan yang sesuai dengan target.
Kami melakukan pementasan, anak-anak menunjukan kebolehannya masing-masing. Ada
yang menari tari-tarian daerah, menyanyi, membaca puisi, dan bermain alat musik.
Kami pun membagi-bagikan bingkisan buku dan makanan ringan untuk anak-anak. Dan
malam harinya kami makan bersama dengan para warga. Kehangatan rasa
kekeluargaan dari seluruh fakultas tak mengenal perbedaan angkatan dan status
jabatan organisasi berbaur menjadi satu dalam kesederhanaan apa adanya warga
kampong sawah. Canda, tawa dan rasa haru karena akhirnya bisa menyelesaikan
project PKMU III ini dengan sukses. Banyak sekali pelajaran yang saya
dapatkan dari PMKU III ini bahwa masyarakat Indonesia masih belum merdeka
mereka dan seharusnya kita sebagai MAHASISWA bukan malah diam melihat ketidak
jelasan para pemipin kita. Teringat sebuah kata kata “masa ini adalah masa kita
siapa yang diam dia akan dilupakan oleh sejarah, hanya orang yang kritis dan
beranilah menetang kedzaliman yang membuat perubahan”. Kegiatan bakti sosial
seperti ini harus lebih sering digiatkan di kalangan mahasiswa. Karena kepekaan
terhadap sesama kita lah yang turut membantu pembangunan tanah air. Semoga
kedepannya dengan berakhirnya rangkaian PKMU ini menjadi inspirasi untuk kita
melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya berorientasi akademik, nilai dan
materi namun tetap meyentuh masyarakat kecil yang membutuhkan.
